Konsep Diri Keluarga dengan Anak Disabilitas di Banda Aceh
Abstract
Konsep diri merupakan aspek penting dalam kehidupan seseorang karena konsep diri dapat dijadikan sebagai kerangka acuan dalam berinteraksi dengan lingkungan. Konsep diri terdiri dari citra tubuh, ideal diri, harga diri, peran diri dan identitas diri. Kebanyakan keluarga yang memiliki anak dengan masalah disabilitas masih merasa malu, sedih dan memiliki konsep diri yang negatif tentunya ini akan mempengaruhi konsep diri mereka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran konsep diri keluarga yang memiliki anak disabilitas Sekolah Dasar Luar Biasa di Kota Banda Aceh. Jenis penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan menggunakan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 89 responden. Jumlah sampel penelitian ini adalah 60 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner berjumlah 20 pernyataan dengan teknik pengumpulan data wawancara terpimpin. Metode analisa data dengan mencari median dalam bentuk analisa univariat. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan gambaran konsep diri keluarga berada dalam kategori baik (78,3%), ideal diri orang tua berada dalam kategori baik (66,7%), harga diri orang tua berada dalam kategori baik (90,0%), peran diri orang tua berada dalam kategori baik (80,0%) dan identitas diri orang tua berada dalam kategori baik (75,0%). Diharapkan kepada keluarga yang memiliki anak disabilitas untuk mempertahankan konsep diri positif yang telah dimiliki dan keluarga dengan konsep diri negatif agar lebih memberikan dukungan yang besar kepada anaknya.
Self-concept is an important aspect in oneself’s life because self-concept can be considered as reference framework in doing interaction with environment. Self-concept consists of body image, self-ideal, self-esteem, self-role, and self-identity. Most families who have children with disabilities are embarrased and sad; they tend to have negative self-concept which of course will affect their self-concept. The aim of this reseach is to know the description of self-concept of families having children with disabilities in extraordinary elementary school in Banda Aceh. This is a descriptive research that uses cross sectional study. The population in this research is 89 respondents. Purposive sampling is the technique used in collecting sample. The number of samples in this research is 60 respondents. The tools in collecting data are by using questionnaire with 20 statements and guided interview. The method of data analysis is by looking for medians in the form of univariate analysis. Based on the result of this research, it was found that the decription of self-concept of families is (78,3%) in a good category, families self-ideal is (66,7%) in a good category, families self-esteem is (90,0%) in a good category, families self-role is (80,0%) in a good category, and families self-identity is (75,0) in a good category. It is expected that families having children with disabilities have to defend positive self-concept which has been possessed and families with negative self-concept to give more support to their children.
