Pengetahuan Tentang Donor Darah dan Perilaku Altruisme pada Mahasiswa
Abstract
Kebutuhan darah secara Nasional maupun Daerah di Indonesia termasuk Aceh, belum seluruhnya dapat terpenuhi. Kalangan mahasiswa merupakan kelompok pendonor potensial. Namun kurangnya pengetahuan dan atau/ informasi serta adanya stigma terkait donor darah ditengarai turut berkontribusi terhadap rendahnya kesadaran seseorang untuk mendonorkan darah. Sementara itu pengetahuan berhubungan erat dengan tindakan yang dilakukan seseorang untuk memberikan bantuan pada orang lain yang bersifat tidak mementingkan diri sendiri (selfless) dan bukan untuk kepentingan sendiri (selfish). Penelitian ini bertujuan untuk meneliti (mengetahui) secara empiris hubungan antara pengetahuan tentang donor darah dengan perilaku altruisme pada mahasiswa Universitas Syiah Kuala. Sampel penelitian berjumlah 116 mahasiswa Universitas Syiah Kuala yang sudah pernah mendonorkan darah, berada pada rentang usia 18-21 tahun menggunakan teknik purposive sampling dengan pengambilan sampel secara insidental. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan Kuesioner Pengetahuan tentang Donor Darah dan Skala Perilaku Altruisme. Hasil analisis data menggunakan teknik korelasi Pearson menunjukkan terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara pengetahuan tentang donor darah dengan perilaku altruisme (r = 0,230, p < 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa semakin baik pengetahuan yang dimiliki, maka akan semakin tinggi tingkat perilaku altruisme pada mahasiswa Universitas Syiah Kuala. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa mahasiswa Unsyiah yang memiliki pengetahuan yang baik tentang donor darah memiliki kecenderungan perilaku altruisme yang tinggi.
