Efektifitas Penggunaan Media Audio Visual Terhadap Perubahan Perilaku Penderita Hipertensi Di Puskesmas Lhok Bengkuang Tahun 2019
Abstract
Penderita hipertensi mengalami peningkatan dalam 3 tahun terakhir dan masuk dalam 10 penyakit terbanyak di Puskesmas Lhok Bengkuang pada tahun 2018. Tingginya kejadian penyakit hipertensi disebabkan oleh karena masih buruknya perilaku masyarakat tentang hipertensi dan cara pencegahannya. Berbagai cara dilakukan untuk perubahan perubahan perilaku penderita hipertensi yaitu dengan memberikan promosi kesehatan. Salah satu media untuk menyampaikan informasi kepada penderita yaitu media audiovisual. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis efektifitas penggunaan media audiovisual terhadap perubahan perubahan perilaku penderita hipertensi. Jenis Penelitian ini adalah quasi experimental dengan one group pretest posttest design. Penelitian dilakukan di Puskesmas Lhok Bengkuang Kabupaten Aceh Selatan. Populasi penelitian ini 604 orang, sampel diperoleh sebanyak 10 orang dengan menggunakan metode purposive sampling. Analisis data secara univariat, bivariat menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberi penyuluhan media audio visual (pretest) di Puskesmas Lhok Bengkuang sebagian besar berperilaku buruk 70,0%, sebagian kecil berperilaku baik 30,0%. Sesudah diberi penyuluhan media audio visual (posttest) di Puskesmas Lhok Bengkuang sebagian besar berperilaku baik 70,0%, sebagian kecil berperilaku buruk 30,0%. Terdapat pengaruh (perbedaan) yang signifikan perubahan perilaku penderita hipertensi sebelum diberikan penyuluhan media audio visual (pretest) dengan perubahan perilaku penderita hipertensi sesudah diberikan penyuluhan media audio visual (posttest) di Puskesmas Lhok Bengkuang, p = 0,046 < 0,05. Kesimpulan bahwa penggunaan media audiovisual efektif merubah perubahan perilaku penderita hipertensi. Saran bagi tenaga kesehatan di Puskesmas Lhok Bengkuang untuk rutin memberikan penyuluhan kepada seluruh penderita hipertensi setiap melakukan kunjungan ke puskesmas tentang perilaku yang dilarang dan perilaku yang dianjurkan dalam pengendalian hipertensi.
