Analisis Faktor Resiko Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) di Rumah Sakit Ibu dan Anak Pemerintah Aceh Tahun 2015-2017

  • Yulia Susanti Program Magister Kesehatan Masyarakat. Universitas Muhammadiyah Aceh, Banda Aceh
  • Asnawi Abdullah Program Magister Kesehatan Masyarakat. Universitas Muhammadiyah Aceh, Banda Aceh
  • Nizam Ismail Program Magister Kesehatan Masyarakat. Universitas Muhammadiyah Aceh, Banda Aceh
Keywords: BBLR, RSIA

Abstract

Prevalensi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) tahun 2013 di Aceh masih cukup tinggi yaitu mencapai 8,6 %. Sementara itu Banda Aceh tahun 2013 memiliki prevalensi BBLR sebanyak 4%. Walaupun prevalensinya masih di bawah rata-rata nasional, Banda Aceh sebagai ibukota provinsi selayaknya jauh lebih baik status kesehatan, gizi, dan sosial ekonominya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko kejadian BBLR di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Aceh Tahun 2015-2017.

Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan melihat data pada rekam medik pasien dari tahun 2015-2017. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 1.793 bayi dan sampel merupakan total dari populasi. Proses analisa data menggunakan uji statistik regresi logistik berganda.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 7 (tujuh) variabel yang menunjukkan hubungan dengan kejadian BBLR di RSIA Aceh, yaitu: pekerjaan ibu (OR=0.75, p value=0.043), pendidikan ibu kategori menengah (OR=0.64, p value=0.011) dan pendidikan ibu kategori dasar (OR=0.45, p value=0.038), riwayat penyakit ibu (OR=1.8, p value=0.024), kehamilan ganda (OR=84, p value=0.0001), status gizi ibu (OR=1.7, p value=0.0001), paritas kategori multipara (OR=0.73, p value=0.037), dan masa pertumbuhann janin kategori preterm (OR=8.06, p value=0.006). Sementara itu, variabel yang paling dominan mempengaruhi kejadian BBLR di RSIA adalah kehamilan ganda (OR=121.5, p value=0.0001).

Faktor kehamilan ganda merupakan faktor yang paling dominan dimana bayi dengan kehamilan ganda berisiko 84 kali akan lahir BBLR. Jika melihat ibu dengan faktor risiko medis yang tinggi seperti kehamilan ganda, serta masa pertumbuhan janin yang singkat, perlu melakukan intervensi secara medis sehingga akan menekan efek dari kelahiran BBLR yang akan datang.

Published
2020-01-14