Analisis Faktor yang Mempengaruhi Intensi Keluarga dalam Pencegahan Diare pada Balita di Kecamatan Batee, Kabupaten Pidie

  • Junaidi Junaidi Magister Kesehatan Masyarakat, Program Pascasarjana, Universitas Muhammmadiyah Aceh
  • Al Yasa' Abubakar Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat, Pascasarjana, Universitas Muhammadiyah Aceh
  • Sri Suyanta Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat, Pascasarjana, Universitas Muhammadiyah Aceh
Keywords: Sikap, Norma Subjektif, Pengendalian Perilaku, Intensi Keluarga, Pencegahan Diare, Balita

Abstract

Bayi dan balita merupakan penderita diare paling banyak dan masih menjadi penyumbang utama ketiga angka kesakitan dan kematian anak di negara berkembang termasuk Indonesia. Pada tahun 2016, angka kejadian diare di Kabupaten Pidie tertinggi di Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa faktor yang mempengaruhi intensi keluarga dalam pencegahan diare pada balita di Kecamatan Batee, Kabupaten Pidie. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 367 orang, dengan jumlah sampel 79 responden yang dipilih menggunakan metode proportional random sampling. Instrumen penelitian menggunakan angket, uji statistik yang digunakan pada analisa bivariat berupa regresi logistik sederhana (simple logistic regression), sedangkan analisa multivariat menggunakan uji regresi logistik berganda (multiple logistic regression analysis). Hasil penelitian memperlihatkan bahwa terdapat hubungan sikap (p = 0,001), norma subjektif      (p = 0,001), dan pengendalian perilaku (p = 0,001) terhadap intensi keluarga dalam pencegahan diare pada balita. Terdapat hubungan secara bersama–sama antara sikap, norma subjektif, dan pengendalian perilaku terhadap intensi keluarga dalam pencegahan diare pada balita, akan tetapi pengendalian perilaku memiliki hubungan yang paling dominan diantara ketiga komponen Theory of Planned Behavior tersebut. Perilaku ibu tentang pencegahan diare tidak saja terbatas pada intensi, akan tetapi pemahaman yang lebih baik tentang pencegahan dan bahaya diare serta peningkatan efikasi diri keluarga diharapkan mampu meningkatkan upaya pencegahan diare pada balita.

Infants and toddlers are the most sufferers of diarrhea and are still the third major contributor to child morbidity and mortality in developing countries including Indonesia. In 2016, the highest incidence of diarrhea in Pidie District was in Aceh. This study aims to analyze the factors that influence family intention in preventing diarrhea in toddlers in District Batee Pidie. This research is included in the type of quantitative research with a cross sectional study approach. The population in this study were 367 people, with a total sample of 79 respondents selected using proportional random sampling method. The research instrument used a questionnaire, statistical tests used in bivariate analysis in the form of simple logistic regression, while multivariate analysis using multiple logistic regression tests. The results showed that there was a relationship between attitudes (p = 0.001), subjective norms (p = 0.001), and behavioral control (p = 0.001) on family intentions in preventing diarrhea in toddlers. There is a joint relationship between attitudes, subjective norms, and behavioral control of family intentions in the prevention of diarrhea in toddlers, but behavioral control has the most dominant relationship among the three components of the Theory of Planned Behavior. Maternal behavior on diarrheal prevention is not limited to intentions, but better understanding of the prevention and danger of diarrhea and increased self-efficacy of the family is expected to increase prevention of diarrhea in infants.

Published
2019-03-26