Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Pelaksanaan Proyek Konstruksi
Abstract
Pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi akan mempengaruhi laju pembangunan konstruksi gedung di dunia. Begitu juga dengan globalisasi perdagangan saat ini memberikan dampak persaingan sangat ketat dalam segala aspek khususnya ketenagakerjaan yang salah satunya mempersyaratkan adanya penerapan keselamatan dan kesehatan kerja yang terencana, terukur, terstruktur, dan terintegrasi melalui Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3). SMK3 mengatur dan dapat menjadi acuan bagi manajemen, tenaga kerja, jasa konstruksi, dan/atau serikat pekerja/serikat buruh dalam rangka mencegah dan mengurangi kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja serta terciptanya tempat kerja yang aman, nyaman, efisien dan produktif . Proyek konstruksi memiliki sifat yang khas, antara lain tempat kerjanya di ruang terbuka yang dipengaruhi oleh cuaca, jangka waktu pekerjaan terbatas, menggunakan pekerja yang belum terlatih, menggunakan peralatan kerja yang membahayakan keselamatan dan kesehataan pekerja dan pekerjaan yang banyak mengeluarkan tenaga. Berdasarkan sifat tersebut, maka sektor jasa kontruksi berpotensi untuk terjadinya kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja. International Labor organization memperkirakan setiap tahun ada 2,78 juta pekerja meninggal karena kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan SMK3 secara umum masih sering terabaikan.
The rapid development of science and technology is affecting the pace of building construction in the world. Likewise, the current globalization of trade has an impact on very fierce competition in all aspects, especially labor, one of which requires the implementation of a planned, measured, structured and integrated occupational safety and health through the Occupational Safety and Health Management System (SMK3). SMK3 regulates and can become a reference for management, labor, construction services, and / or trade / labor unions in the framework of preventing and reducing occupational accidents and occupational diseases as well as the creation of a safe, comfortable, efficient and productive workplace. Construction projects have unique characteristics, including workplaces in open spaces which are affected by the weather, limited work periods, employment of untrained workers, and using of work equipments that poses threats to the safety and health of workers and labor-intensive works. Based on these characteristics, the construction service sector has the potential for occupational accidents and occupational diseases. The International Labor Organization estimates that 2.78 million workers die from occupational accidents and occupational diseases every year. This shows that the implementation of SMK3 in general is often neglected.
