Analisis Faktor yang Mempengaruhi Kesediaan Medonorkan Darah Terhadap Pendonor Darah di UTD-PMI Kota Banda Aceh
Abstract
Latar Belakang: Darah dan produk darah digunakan untuk pemulihan dan pengobatan sehingga ketersediaan darah menjadi sangat penting bagi pasien yang membutuhkannya. Ketidak tersedianya stok darah di UTD PMI mengakibatkan penundaan operasi yang membutuhkan transfusi darah, sehingga berisiko terhadap keselamatan pasien yang membutuhkan operasi dan transfusi darah segera. Ketidak seimbangan antara jumlah kebutuhan darah dengan jumlah orang yang mendonorkan darah secara sukarela dipengaruhi oleh faktor-faktor kesediaan dalam mendonorkan darah diantaranya faktor pengetahuan, sikap, altruisme, sosial support dan sarana. Tingginya angka kecelakaan dan kesakitan menyebabkan meningkatnya jumlah permintaan darah, pada tahun 2017 tercatat 25844 kantong darah telah didistribusikan oleh UTD PMI Banda Aceh.
Metode: Penelitian kuantitatif yang bersifat deskriptif analitik ini menggunakan desain penelitian crossectional untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kesediaan untuk mendonorkan darah. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pendonor darah yang mendonorkan darahnya di UTD PMI Banda Aceh. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 96 orang. Pengumpulan data selama 1 bulan, mulai 2 Mei hingga 4 Juni 2018 melalui wawancara dengan menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji ordinal logistik regresi dengan program STATA 13.
Hasil: Dari hasil analisa data penelitian diperoleh ada hubungan antara tingkat pengetahuan ( p = 0,0001) Sikap (p= 0,002), Sosial Support (p = 0,001), Altruisme (p = 0.0001) dengan kesediaan mendonorkan darah secara sukarela di UTD PMI Banda Aceh, serta tidak ada hubungan antara sarana dengan kesediaan mendonorkan darah secara sukarela (p = 0,236). Faktor yang paling dominan dalam kesediaan mendonorkan darah secara sukarela adalah altruisme ( p = 0.002 ).
Kesimpulan: Petugas donor UTD PMI agar lebih aktif lagi dalam mensosialisasikan kepada masyarakat tentang manfaat donor terhadap kesehatan, risiko donor terhadap pendonor itu sendiri dan bagaimana akhir dari proses darah sehingga bisa digunakan oleh pasien atau bisa didistribusikan ke Bank Darah rumah sakit terdekat.
Background: Blood and blood products are used for recovery and treatment, so the availability of blood is very important for patients who need it. The unavailability of blood stock at UTD PMI results in delays in operations that require blood transfusions, thus risking the safety of patients who require surgery and immediate blood transfusions. The imbalance between the amount of blood needed and the number of people who donate blood voluntarily is influenced by factors of willingness to donate blood including factors of knowledge, attitude, altruism, social support and facilities. The high number of accidents and illnesses causes an increase in the number of requests for blood, in 2017 there were 25844 bags of blood distributed by UTD PMI Banda Aceh.
Methods: This quantitative analytical descriptive study uses a cross-sectional research design to determine the factors that influence the willingness to donate blood. The population in this study were all blood donors who donated blood at UTD PMI Banda Aceh. The sample in this study were 96 people. Data collection for 1 month, from May 2 to June 4 2018 through interviews using a questionnaire. Data analysis used ordinal logistic regression test with STATA 13 program.
Results: From the analysis of research data, it was found that there was a relationship between the level of knowledge (p = 0.0001) Attitude (p = 0.002), Social Support (p = 0.001), Altruism (p = 0.0001) and the willingness to donate blood voluntarily at UTD PMI. Banda Aceh, and there was no relationship between facilities and willingness to donate blood voluntarily (p = 0.236). The most dominant factor in the willingness to donate blood voluntarily is altruism (p = 0.002).
Conclusion: PMI UTD donor officers to be more active in socializing to the public about the benefits of donors to health, the risks of donors to the donors themselves and how the end of the blood process so that it can be used by patients or can be distributed to the nearest hospital blood bank.
