Eksplorasi Penerapan Strategi Pengendalian Malaria Berbasis Konsep One Health Antara Dua Wilayah yang Sudah Berstatus Eliminasi dan Belum Eliminasi di Propinsi Aceh

  • Marhaban Marhaban Magister Kesehatan Masyarakat, Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Aceh
  • T. Reza Farasyi Magister Kesehatan Veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh
  • Asnawi Abdullah Pascasarjana, Universitas Muhammadiyah Aceh, Banda Aceh
Keywords: One health, Malaria, strategi pengendalian, eliminasi

Abstract

Eliminasi malaria telah menjadi program nasional dan dilaksanakan secara bertahap. Di Provinsi Aceh sendiri Kota Sabang merupakan salah satu Kota yang sudah tereliminasi malaria, sementara Kabupaten lain masih banyak yang belum bebas malaria diantaranya adalah Kabupaten Aceh Jaya. Model pendekatan komprehensif dalam eliminasi malaria yang terdiri dari tiga komponen, yaitu komponen kebijakan, implementasi program pengendalian malaria dan peran kader malaria desa punya peran besar dalam eliminasi malaria. Upaya lain yang diyakini mampu menjadi strategi akselerasi eliminasi malaria adalah dengan pendekatan one health.Penelitian ini adalah penelitian observasional dengan desain kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner. seluruh penanggung jawab program malaria yaitu dokter dan perawat di Puskesmas dalam wilayah kota sabang dan Kabupaten Aceh Jaya yaitu masing-masing 30 orang. Sementara itu dalam penelitian ini seluruh populasi dijadikan sampel (total sampling).  Analisis data menggunakan uji t-independen untuk analisis bivariat.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pengamatan kasus (surveilans) malaria di Kota Sabang sudah baik (80%) di Kabupaten Aceh Jaya kurang baik (63,3%), upaya promosi kesehatan dalam eliminasi malariaberbasis one health di Kota Sabangbaik (73,3%) di Kabupaten Aceh Jaya terdistribusi rata baik dan kurang baik(50,0%), penggerakkan dan pemberdayakan masyarakat dalam pengendalian malaria di Kota Sabang sudah baik (90,0%) di Kabupaten Aceh jaya juga baik (76,7%), akses masyarakat terhadap pelayanan pengendalian baik di Kota sabang baik (86,7%) di Kabupaten Aceh Jaya juga baik (60,0%), faktor risiko lingkungan di Kota Sabang dan Kabupaten Aceh Jaya sudah baik (90,0%); (56,7%), komitmen pemerintah dalam pengendalian malaria di Kota Sabang sudah baik (80%) sementara di Kabupaten Aceh Jaya terdistribusi rata baik dan kurang baik(50,0%),dan pembiayaan dalam pengendalian malaria di Kota Sabang tersedia(66,7%) dan diKabupaten Aceh Jaya juga tersedia (63,3%). Terdapat perbedaan Strategi pengendalian malaria berbasis konsep one health antara dua wilayah yang sudah berstatus eliminasi dan belum eliminasi di provinsi Aceh pada variabel surveilans dan pemberdayaan masyarakat (p<0,05).

Elimination of malaria has become national program and implemented gradually. In Aceh Province, Sabang  is one of the cities that has been eliminated, while the other district still not, such as Aceh Jaya. Model of comprehensive approach in elimination of malaria which consists three components, that is policy components, implementation of malaria control programs and the role of malaria chairman in the village  have a big role in elimination of malaria. Other efforts are believed to be strategy elimination of malaria acceleration is with one health approach.

This research is observational research with quantitative design. Data collection is done by interview using questionnaire. The whole person in charge in malaria program is doctors and nurses in Sabang's areas Puskesmas and Aceh Jaya's district is each 30 people. Meanwhile in this research whole population become a sample (total sample). Data analysis using t-independent test for bivariat analysis.The results of research show that case monitoring system (surveilans) malaria in Sabang is good (80%) in Aceh Jaya is not good (63,3%)  health promotion effort in elimination of malaria based on one health in Sabang is good (86,7) in Aceh Jaya well-distributed and not good (50,0%), movement and mobilization and community empowerement in malaria control in Sabang already good (90,0%) and also in Aceh Jaya (76,7%) community access to control services in Sabang is good (86,7%) and also in Aceh Jaya (60,0%), environment risk factors in Sabang and Aceh Jaya is already good (90,0%); (56,7%), the government commitment in malaria control in Sabang is already good (80%) while in Aceh Jaya well-distributed and not good (50,0%), and financing in malaria control in Sabang available (66,7%) and in Aceh Jaya also available (63,3%). There are different strategies malaria control based on one health between two areas that has been elimintaed and not been eliminated in Aceh Province on the surveillance variable and community empowerement (p{0,05)

Published
2020-06-14